Harkam Tujantri --- Anak Bungo

Friday, March 30, 2007

Batu Tulisan Allah Terancam Jatuh


Batu kapur bertulisan Arab Allah di Bawahlaweh, Kabupaten Padangpanjang, sejak ditemukan seminggu yang lalu langsung menjadi tontonan warga. Masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan keajaiban itu.
Mereka juga tidak lupa mengabadikan momen keajaiban tersebut. Namun, dikhawatirkan batu itu terancam jatuh, jika gempa kembali datang. Kekhawatirkan itu diungkapkan Ahmad Rifa’i, salah seorang pengunjung keajaiban itu. ”Jika gempa kembali menguncang, kemungkinan besar batu itu jatuh ke bawah dan menimpa gudang penambangan pasir di bawahnya. Sebab, tanah tempat terletaknya batu tersebut mulai labil,” aku kepada Padang Ekspres-nya, kemarin.

Ia berharap pemerintah setempat segera melakukan tindakan, sehingga batu tersebut tidak sampai bergeser dari posisi semula. Sehingga keajaiban yang tertulis di batu itu dapat dipertahankan dan tidak sampai mengakibatkan korban jiwa jika batu itu meluncur ke bawah.

Keberadaan batu itu, melengkapi kejadian-kejadian mustajab yang pernah terjadi sebelumnya. Diawali awan bertulisan Arab Allah dan Muhammad yang terlihat di langit Kota Padang, juga tomat bertuliskan Allah ketika dibelah, kulit pohon kayu, lamang di Pasaman, dan lainnya. Memang jika dilihat secara sekilas, lafadz Allah tidak terlalu kelihatan, sebab sisi batu berwarna hitam. Namun jika dicermati secara seksama, tulisan itu terlihat jelas.

Sunday, June 18, 2006

Skandal Tiket Libatkan Orang Dalam FIFA

Enkenbach - Skandal penjualan tiket Piala Dunia 2006 telah menorehkan imej buruk di perhelatan akbar tersebut. Makin mirisnya, ternyata melibatkan salah satu anggota ofisial dari FIFA.

Bermula dari hasil investigasi berita surat kabar Inggris, isu skandal tiket langsung ditindaklanjuti FIFA. Dan hasilnya sungguh mengejutkan.

Terbukti anggota komite eksekutif-nya asal Botswana, Ismail Bhamjee mengatrol harga tiket partai Inggris melawan Trinidad & Tobago. Bhamjee mengaku menjual tiket dengan harga tiga kali lipat. Dari harga resmi US$ 127 menjadi US$ 380 atau sekitar 300 euro.

Dalam pernyataan secara tertulis itu, Bhamjee mengaku: "Saya, Ismail Bhamjee, selaku anggota komite eksekutif FIFA, memberikan konfirmasi penjualan tiket sebanyak 12 kategori dan satu diantaranya untuk pertandingan Inggris v Trinidad & Tobago pada 15 Juni di Nuremberg, dengan harga 300 euro per tiket."

"Saya sangat menyesal atas kesalahpahaman ini dan saya menyampaikan rasa maaf kepada FIFA atas pelanggaran terhadap peraturan penjualan tiket yang telah ditentukan sebelumnya."

Rasa menyesal pasti datang belakangan. Permintaan maaf dan pengakuaan Bhamjee telah membuat marah Presiden FIFA Sepp Blatter yang langsung menarik anggotanya itu hengkang dari Jerman.

"Kenyataan itu membuatku sangat kesal. Pria ini harus secepatnya meninggalkan kompetisi. Akreditasinya tercoreng. Mengecewakan," tandas Blatter yang menjelaskan belum ada keputusan untuk hukuman Bhamjee.

Ilustrasi: Situasi orang yang butuh tiket banyak dimanfaatkan (ist) (erk)